Uniknya Patung Lakipada di Bundaran Kolam Makale

By | March 4, 2017

Tak dapat dipungkiri bahwa suatu daerah pasti mempunyai sejarah unik yang menjadikannya dikenal oleh masyarakat luas. Di Tana Toraja sendiri terdapat patung Lakipada yang terletak di bundaran kolam Makale. Kolam yang ada di Jalan Sudirman, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja ini ramai dengan kedatangan para wisatawan yang ingin tahu langsung bentuk dari patung lakipada. Mengenal sedikit tentang seorang Lakipada diperlukan ketika berkunjung ke bundaran kolam Makale. Mengapa? Karena dengan mengetahuinya Anda dapat memperluas wawasan budaya sejarah yang Anda dapat ketika di masa sekolah. Lakipada adalah seorang bangsawan toraja dan menjadi raja Gowa, terkenal dengan cara kepemimpinannya yang bijak. Selain itu terjadi akulturasi yang berakhir dengan jalan damai berkat penyatuan tiga suku di Toraja oleh Lakipada. Berkat inilah yang menjadikannya sebagai maskot Toraja.

Bundaran kolam Makale terletak di dataran tinggi yang sejuk dengan udara dingin menyelimutinya. Banyak para wisatawan yang singgah sebentar untuk mendokumentasikan sejarah berdirinya Toraja ini. Meski tempat ini hanya untuk berpose ria, namun menyimpan sejarah unik dalam pembentukannya. Pada malam ataupun siang hari banyak pedagang yang meramaikan salah satu ikon Toraja ini. Mulai dari makanan, minuman bahkan souvenir pun ada. Anda tak perlu khawatir jika ingin mencicipi makanan khas Toraja ketika berada di sini atau membeli oleh-oleh buat sanak keluarga juga tersedia. Hiruk pikuk suasana Toraja melengkapi kunjungan Anda ke tempat bersejarah ini. Dengan Anda mengetahui sejarah dibentuknya patung Lakipada memperkaya wawasan budaya Anda tentang warisan leluhur bangsa Indonesia.

Akses untuk berkunjung ke bundaran kolam Makale sangat strategis dan bisa dijangkau oleh kendaraan karena berada di tengah kota. Ketika Anda berkunjung ke sini, jangan lupa untuk menjaga keasrian kolam Makale ini dan jangan lupa menghubungi penyedia EXPLORE TORAJA untuk kesini. Tidak membuang sampah di kolam dan tidak mengotori kolam merupakan salah satu contoh yang tepat dalam pelestarian tempat bersejarah ini. Hal itu dilakukan agar kolam tetap bersih dan nyaman untuk dipandang dan tak akan mengurangi sisi keontetikan patung yang berada di tengah-tengah kolam Makale ini.