Tips Menghadapi Mertua yang Efektif dan Tetap Dihargai

By | March 23, 2017

Rasanya menikmati rumah tangga yang bahagia menjadi impian setiap wanita. Selain mampu menjalin komunikasi yang baik dengan kekasih, tentu yang tak kalah penting adalah menjalin komunikasi dengan calon mertua kekasih terutama sang bunda. Yuk, belajar trik menghadapi camer beserta berbagai karakternya..

Secara psikologis, konflik atau hubungan yang tidak harmonis antara mertua dan menantu sangat sering terjadi. Apalagi bila sang calon menantu tidak mampu menjalin hubungan yang cukup akrab sebelumnya, seakrab jalinan yang ia rajut dengan pasangannya. Konon, hal itu adalah kesalahan utama dan paling sering terjadi pada setiap calon menantu.

Kesalahan awal yang sering tidak diperhatikan tersebut bisa menjadi pemicu timbulnya bom waktu bernama konflik keluarga. Penyebab lain konflik menantu-mertua, pada umumnya: PERTAMA, diam-diam orang tua belum sepenuhnya percaya bahwa anak-anak mereka sudah bisa mengurus keluarga mereka sendiri.

orang tua

KEDUA, pasangan muda sering “gerah” karena keterlibatan berlebihan orang tua sehingga menimbulkan reaksi balik yang kadang agak keras atau bahkan terlalu cepat.

KETIGA, karakter-karakter orang tua atau anak yang sama-sama keras. Dalam setiap perselisihan, sering kali yang muncul ke depan adalah persepsi dan ego masing-masing sehingga masalah kecil pun tak jarang menjadi besar.

Untuk mengantisipasi atau meminimalkan risiko terjadinya konflik dengan
mertua wanita ada baiknya Anda mengenali karakter sang calon mertua. Berikut adalah beberapa tip cara menghadapinya.

1. CEREWET
Mertua dengan tipe seperti ini seringkali membuat pusing kepala. Selalu ada saja yang dikomentari. Mulai dari masalah kebersihan dan penataan rumah, pengasuhan anak, sampai persoalan keuangan rumah tangga, semua ia urusi. Biasanya, semburan kata-kata mertua belum berhenti sebelum Anda menuruti apa yang diinginkannya.

Solusi
Hadapilah dengan kepala dingin. Kendalikan emosi Anda, karena bila tidak, bisa muncul keributan. Bila terjadi pertengkaran dengan mertua, hubungan Anda dan pasangan akan ikut terganggu. Maka, sebaiknya, bila mertua memberikan kritik, dengarkan saja. Soalnya, kalau Anda memotong kalimatnya saat ia tengah bersemangat, bisa-bisa ia malah bertambah emosi. Setelah ia selesai dengan nasihatnya, barulah Anda boleh memberikan argumen, bahkan pembelaan diri tentu, dengan kata-kata sopan, supaya tidak menyinggung perasaannya. Apalagi bila yang dikatakannya tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta atau hati nurani Anda.

2. MANJA
Sifatnya persis anak kecil. Selalu ingin mendapat perhatian, terutama oleh anak lelakinya. Bila ada anggota keluarga yang kurang memperhatikan, maka ia akan merajuk, sampai melakukan aksi tutup mulut. Keadaan seperti ini jelas saja membuat bingung dan panik banyak orang.

Solusi
Memanjakan mertua memang baik. Itu pertanda bakti anak kepada orang tua. Tapi, bila Anda dan pasangan memanjakan secara berlebihan, hasilnya justru kurang bagus. Jika mertua sakit, tidak salahnya membelikan obat-obatan agar cepat sembuh, misalnya membeli obat keladi tikus untuknya tentu menjadi sangat kami rekomendasikan.

3. DIAM
Tipe yang satu ini merupakan kebalikan dari tipe di atas. Sifat pendiam sering membingungkan. Sulit menebak isi hatinya. Apakah ia sedang sedih, bahagia, marah atau kecewa. Seseorang yang memiliki sifat pendiam jarang sekali berbicara untuk mengungkapkan perasaan hatinya. Semuanya tertutup dan ia pendam seorang sendiri. Kalaupun ia berbicara, maka yang ia sampaikan hanyalah hal-hal yang memang perlu saja, itu pun singkat. Selain itu, mertua pendiam biasanya juga serius. Jadi, sebagai menantu, Anda harus berhati-hati dalam berbicara. Hal yang Anda anggap sebagai “canda” bisa jadi dianggapnya serius. Akibatnya, bisa-bisa ia sakit hati.

Solusi
Menghadapi mertua pendiam gampang-gampang susah. Sebagai menantu yang baik, Anda harus aktif bertanya dan peka pada keadaan dirinya. Sekali Anda tahu sifatnya, maka Anda akan tahu bahasa tubuhnya, kapan ia marah, kapan ia senang, sedih, dan sebagainya.

4. CEMBURU
Mertua tipe ini merasa bahwa ia memiliki hak yang sama dengan Anda terhadap anaknya yang kini jadi pasangan Anda. la akan begitu cemburu bila anaknya memberikan perhatian yang lebih kepada Anda, melebihi perhatian yang ia dapatkan. Seorang yang memiliki perasaan cemburu biasanya berpikir negatif dan curiga.

Solusi
Jalan yang tepat menghadapi mertua pencemburu adalah sabar dan jangan emosi. Beri pengertian pada mertua bahwa kasih sayang yang diberikan anaknya pada Anda dan dirinya adalah sama. Tidak ada yang dibedakan. Peran serta pasangan sangat penting dalam memberikan penjelasan padanya. Jika tidak, suasana akan terus berlarutlarut, dan ia pun akan terus diliputi perasaan cemburu dan curiga. Usahakan untuk selalu menciptakan kebersamaan dengan melibatkan sang mertua dalam aktivitas keluarga. Dengan begitu, mertua merasa tak dibedakan.

5. MENILAI
Sifat yang bisa membuat seseorang menjadi nervous dan salah tingkah. Bagaimana tidak, segala sesuatu ia amati: cara berbusana Anda hingga cara kerja Anda. Seakan-akan ia menjadi dewan juri yang berhak memberikan nilai pada penampilan diri Anda.

Solusi
Bila selama ini Anda merasa sang mertua selalu mengawasi dan memberikan penilaian pada Anda, cobalah untuk bersikap wajar. Menjadi diri sendiri jauh lebih baik ketimbang Anda berpura-pura menjadi orang lain untuk menyenangkan hatinya. Berpikir positif. Mungkin saja mertua bersikap demikian karena ingin tahu bagaimana sosok pribadi menantunya. Jangan melihatnya sebagai beban, apalagi jika sikap mertua tidak sampai mengganggu kenyamanan Anda.

6.SI SEMPURNA
Segala sesuatunya harus serba sempurna, tak boleh ada yang kurang. Padahal, mana ada sih di dunia ini manusia yang sempurna. Semua pasti ada kekurangannya. Seorang perfeksionis umumnya egois karena hanya mementingkan kehendaknya sendiri, tanpa memikirkan perasaan atau akibatnya pada orang lain.

Solusi
Sama seperti menghadapi tipe mertua yang lain, kiat menghadapi mertua perfeksionis adalah sabar dan tidak emosi. Carilah waktu dan suasana yang santai sebelum sebelum Anda melontarkan isi hati Anda padanya. Lihatlah suasana hatinya, apakah sedang bahagia atau emosi. Bila bahagia, inilah saat yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati. Katakan bahwa Anda sudah berusaha berbuat yang terbaik dalam kehidupan berumah tangga dengan anaknya. Namun, jelaskan bahwa Anda pun memiliki keterbatasan. Tak ada salahnya Anda meminta masukan darinya, apa yang harus Anda perbaiki. Siapa tahu, itu justru akan mebuat mertua terbuka hatinya dan membawa perubahan yang positif pada diri.

7. DEMOKRATIS
Nah, mertua tipe inilah yang dicari oleh semua menantu. Memiliki mertua yang demokratis, tidak usil dan memberikan kebebasan dalam bersikap dan berbicara, sungguh enak. Biasanya, seorang demokratis selalu berpikir positif dan tidak mau mencari kesalahan orang lain.

Solusi
Walaupun Anda memiliki seorang mertua yang demokratis, tapi jangan sampai terlena. Justru Anda harus senantiasa menjaga sikap dan perkataan Anda sehingga tidak sampai menyinggung perasaannya. Juga, bersikap hormat dan santunlah karena mertua juga orang tua Anda.