Fakta Unik Baju Koko

By | April 10, 2017
Koko Baju Muslim Syar'i Keluarga

Koko Baju Muslim Syar’i Keluarga

Anda pasti sering dengar yang namanya, “baju koko”. Ya, itu lho, baju yang biasanya dipakai tanpa kerah, dan ada sedikit aksesoris berupa bordir. Biasanya dipakai oleh kaum adam yang muslim untuk pergi ke masjid atau ke acara keagamaan. Nah, penasaran gak sih, kenapa namanya “baju koko”? Mau tau kan, kisah unik dibalik “baju koko” ini?

8 Fakta Unik Baju Koko

  • Asal Mula

Menurut David Kwa, Pengamat Budaya Tionghoa Peranakan, baju muslim syar’I keluarga yang sekarang dikenal dengan baju koko tersebut, sebenarnya turun menurun dari baju masyarakat China, bernama “Tui-Khim”. Di kalangan warga Betawi David Kwa, baju yang sekarang dikenal dengan baju koko, sebenarnya adalah baju inovasi dari baju warga China bernama “Tui-Khim”. Di kalangan warga Betawi, baju Tui-Khim dipakai dan dikenal dengan sebutan baju Tikim. Ya, baju Tui-Khim ini, modelnya seperti baju koko, bukaan di tengah dengan 5 kancing. Lalu, di warga Betawi, paduan baju ini biasanya celana batik.

  • Baju Koko dipakai Pria Tionghoa di Indonesia sampai Abad ke -20

Faktanya nih, memang asal mula baju koko berupa inovasi dari Tui – Khim, karena banyak sekali pemuda Tionghoa, yang biasanya dipanggil “koko” memakai kostum ini. Bahkan, pria Tionghoa di Indonesia ini masih mengenakan kostum Tui-Khim dan celana komprang atau celana yang longgar sampai awal abad ke – 20. Bahkan, mereka memakainya untuk kegiatan sehari-hari. menarik kan.

  • Pada Masa itu, Baju Koko sering dipakai Engko-Engko

Pasti kalian bingung kan? Kenapa baju Tui-Khim sekarang, lebih dikenal dengan sebutan “baju koko”? Ya, menurut Renny Sylado, budayawan, menjelaskan bahwa biasanya yang memakai baju Tui-Khim di masa itu adalah engko-engko. Nah, kalau di eja dalam Bahasa Indonesia, jadinya ya “Baju Koko”.

  • Baju Takwa VS Baju Koko 2 Hal Berbeda

Di beberapa daerah dan kalangan masyarakat, ada yang menyebut baju koko ini sebagai baju takwa. Padahal, sebenarnya ke 2 jenis baju ini berbeda. ya, baju takwa gak diadopsi dari baju Thui-kim, melainkan hasil modifikasi dari baju tradisional Jawa, yaitu Surjan. Surjan adalah salah satu  pakaian adat Jawa yang dipakai pria sehari-hari.

  • Baju Takwa dipakai untuk Upacara Resmi Adat Jawa

Baju Takwa sendiri, sering dipakai untuk menghadiri upacara – upacara resmi adat Jawa yang dilengkapi dengan blangkon dan bebetan. Motifnya berupa garis-garis vertikal berwarna cokelat muda dan cokelat tua. bagaimana? sudah mulai terbayang kan.

  • Baju Surjan Versi Asli Baju Takwa

Baju Surjan merupakan versi asli dari baju Takwa. Kalau Anda mau membeli baju Surjan, coba mampir ke Pasar Bringharjo, Yogyakarta, bisa juga ke Pasar Klewer, Solo, atau di pasar souvenir di kawasan wisata lain, yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

  • Sunan Kalijaga yang Pertama Kali Memodifikasi Baju Surjan menjadi “Baju Takwa”

Faktanya, dari 9 wali, hanya Sunan Kalijaga yang pakaiannya berbeda. Ya, Sunan Kalijaga adalah orang yang pertama kali menginovasikan baju Surjan menjadi “Baju Takwa”. Sunan Kalijaga gak menggunakan jubah dan sorban. Akan tetapi, merancang bajunya sendiri yang disebut “Baju Takwa”, inovasi dari baju Surjan. Perbedaanya, Baju Surjan biasanya berlengan pendek, sedangkan oleh Sunan Kalijaga baju tersebut dijadikan lengan panjang.

  • Perkembangan Baju Koko dan Baju Takwa

Kini baju Koko bukan hanya berwarna putih polos dan baju Takwa pun tidak selalu bermotif garis-garis vertikal warna cokelat seperti yang dikenakan Sunan Kalijaga. Dan Faktanya, Baju Koko dan Baju Takwa pun saling berkolaborasi, sehingga sudah semakin jarang menemukan baju yang benar-benar baju Koko ataupun yang benar-benar baju Takwa. Untuk baju koko anak bisa anda lihat di grosir baju anak murah disana banyak pilihan modelnya.

Sekarang banyak banget variasinya, dari warna, bentuk dan motifnya. Kegunaan baju Koko atau baju Takwa ini yang paling utama memang masih untuk kegiatan yang berkaitan dengan ibadah. Namun, mulai sering pula digunakan di luar kegiatan keagamaan. Misalnya, untuk pergi ke pesta atau kegiatan sehari-hari lainnya.

Semoga bermanfaat…